Berita

Berita

Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Semarang menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Dewan Hakim pada Selasa & Rabu, 4-5 November 2025 di Hotel Candi Indah Semarang. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Kota Semarang yang dijadwalkan berlangsung pada 28-29 November 2025. Peserta kegiatan berasal dari unsur Pengurus LPTQ Kota Semarang dan perwakilan dari LPTQ Kecamatan se-Kota Semarang, kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh PJ Sekda Kota Semarang selaku Ketua Umum LPTQ Kota Semarang, Budi Prakosa.

Dalam sambutanya, Ketua Pelaksana Harian LPTQ Kota Semarang, Labib menyampaikan bahwa salah satu tujuan kegiatan ini dilaksanakan adalah untuk menyamakan persepsi seluruh dewan hakim MTQ di tingkat Kecamatan dan tingkat Kota Semarang, untuk menyeleksi juara MTQ yang berkualitas di Kota Semarang. Lanjut Labib, salah satu hal yang mesti diperhatikan adalah pentingnya objektivitas dan profesionalitas dewan hakim MTQ dalam melaksanakan tugas. Dengan demikian, diharapkan yang menjadi juara di masing-masing MTQ adalah orang yang memang benar-benar mempunyai kompetensi yang unggul dan bermental juara.

Kepala Bagian Kesra Setda Kota Semarang, Muhammad Ahsan menekankan pentingnya kompetensi yang dimiliki oleh dewan hakim baik kompetensi materi maupun kompetensi penilaian. Pemerintah Kota Semarang menurutnya mendukung penuh kegiatan LPTQ Kota Semarang dalam meningkatkan kualitas MTQ di Kota Semarang. Dia juga mendorong agar LPTQ Kota Semarang dan LPTQ Kecamatan merapatkan barisan, mengingat target Kota Semarang adalah mempertahankan Juara Umum pada ajang MTQ tingkat Provinsi Jawa Tengah.

PJ Sekda Kota Semarang, Budi Prakosa, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa LPTQ harus memastikan bahwa dengan latar yang beragam perlu untuk menyamakan persepsi, dengan tujuan meminimalisir unsur subjektivitas. Menurutnya, diksi dewan hakim selain bertanggung jawab kepada panitia, juga bertanggung jawab secara moral kepada Allah Swt. Pemerintah Kota Semarang memberikan apresiasi kepada LPTQ Kota Semarang atas inovasi yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas. Guna menyongsong pelaksanaan MTQ tingkat Kota Semarang, MTQ tingkat Provinsi Jawa Tengah, dan MTQ tingkat Nasional yang akan dilaksakan di Kota Semarang, Dukungan dalam bentuk pendanaan, fasilitasi, dan sarana prasarana akan diberikan untuk menunjang kegiatan LPTQ Kota Semarang.

Adapun muatan utama kegiatan tersebut, para peserta dibagi menjadi 6 kelompok materi sesuai dengan kompetensinya masing-masing, yakni Tilawah, Tahfidz, kaligrafi, MSQ, KTIQ dan Tartil. Salah satu peserta pada pelatihan tersebut, Ismaisaroh, memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut, yang penting untuk memberikan bekal bagi dewan hakim agar menjalankan tugas dengan professional. Harapannya, pelatihan dewan hakim MTQ Kota Semarang dapat dilaksanakan lebih sering dan lebih baik lagi sesuai dengan kategori lomba masing-masing dan supaya kafilah yang dikirim untuk MTQ tingkat Provinsi Jawa dapat menghasilkan Juara Umum seperti MTQ tahun kemarin.

Berita

Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Semarang menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Dewan Hakim pada Selasa & Rabu, 4-5 November 2025 di Hotel Candi Indah Semarang. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Kota Semarang yang dijadwalkan berlangsung pada 28-29 November 2025. Peserta kegiatan berasal dari unsur Pengurus LPTQ Kota Semarang dan perwakilan dari LPTQ Kecamatan se-Kota Semarang, kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh PJ Sekda Kota Semarang selaku Ketua Umum LPTQ Kota Semarang, Budi Prakosa.

Dalam sambutanya, Ketua Pelaksana Harian LPTQ Kota Semarang, Labib menyampaikan bahwa salah satu tujuan kegiatan ini dilaksanakan adalah untuk menyamakan persepsi seluruh dewan hakim MTQ di tingkat Kecamatan dan tingkat Kota Semarang, untuk menyeleksi juara MTQ yang berkualitas di Kota Semarang. Lanjut Labib, salah satu hal yang mesti diperhatikan adalah pentingnya objektivitas dan profesionalitas dewan hakim MTQ dalam melaksanakan tugas. Dengan demikian, diharapkan yang menjadi juara di masing-masing MTQ adalah orang yang memang benar-benar mempunyai kompetensi yang unggul dan bermental juara.

Kepala Bagian Kesra Setda Kota Semarang, Muhammad Ahsan menekankan pentingnya kompetensi yang dimiliki oleh dewan hakim baik kompetensi materi maupun kompetensi penilaian. Pemerintah Kota Semarang menurutnya mendukung penuh kegiatan LPTQ Kota Semarang dalam meningkatkan kualitas MTQ di Kota Semarang. Dia juga mendorong agar LPTQ Kota Semarang dan LPTQ Kecamatan merapatkan barisan, mengingat target Kota Semarang adalah mempertahankan Juara Umum pada ajang MTQ tingkat Provinsi Jawa Tengah.

PJ Sekda Kota Semarang, Budi Prakosa, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa LPTQ harus memastikan bahwa dengan latar yang beragam perlu untuk menyamakan persepsi, dengan tujuan meminimalisir unsur subjektivitas. Menurutnya, diksi dewan hakim selain bertanggung jawab kepada panitia, juga bertanggung jawab secara moral kepada Allah Swt. Pemerintah Kota Semarang memberikan apresiasi kepada LPTQ Kota Semarang atas inovasi yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas. Guna menyongsong pelaksanaan MTQ tingkat Kota Semarang, MTQ tingkat Provinsi Jawa Tengah, dan MTQ tingkat Nasional yang akan dilaksakan di Kota Semarang, Dukungan dalam bentuk pendanaan, fasilitasi, dan sarana prasarana akan diberikan untuk menunjang kegiatan LPTQ Kota Semarang.

Adapun muatan utama kegiatan tersebut, para peserta dibagi menjadi 6 kelompok materi sesuai dengan kompetensinya masing-masing, yakni Tilawah, Tahfidz, kaligrafi, MSQ, KTIQ dan Tartil. Salah satu peserta pada pelatihan tersebut, Ismaisaroh, memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut, yang penting untuk memberikan bekal bagi dewan hakim agar menjalankan tugas dengan professional. Harapannya, pelatihan dewan hakim MTQ Kota Semarang dapat dilaksanakan lebih sering dan lebih baik lagi sesuai dengan kategori lomba masing-masing dan supaya kafilah yang dikirim untuk MTQ tingkat Provinsi Jawa dapat menghasilkan Juara Umum seperti MTQ tahun kemarin.

Berita

Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Semarang menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Dewan Hakim pada Selasa & Rabu, 4-5 November 2025 di Hotel Candi Indah Semarang. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Kota Semarang yang dijadwalkan berlangsung pada 28-29 November 2025. Peserta kegiatan berasal dari unsur Pengurus LPTQ Kota Semarang dan perwakilan dari LPTQ Kecamatan se-Kota Semarang, kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh PJ Sekda Kota Semarang selaku Ketua Umum LPTQ Kota Semarang, Budi Prakosa.

Dalam sambutanya, Ketua Pelaksana Harian LPTQ Kota Semarang, Labib menyampaikan bahwa salah satu tujuan kegiatan ini dilaksanakan adalah untuk menyamakan persepsi seluruh dewan hakim MTQ di tingkat Kecamatan dan tingkat Kota Semarang, untuk menyeleksi juara MTQ yang berkualitas di Kota Semarang. Lanjut Labib, salah satu hal yang mesti diperhatikan adalah pentingnya objektivitas dan profesionalitas dewan hakim MTQ dalam melaksanakan tugas. Dengan demikian, diharapkan yang menjadi juara di masing-masing MTQ adalah orang yang memang benar-benar mempunyai kompetensi yang unggul dan bermental juara.

Kepala Bagian Kesra Setda Kota Semarang, Muhammad Ahsan menekankan pentingnya kompetensi yang dimiliki oleh dewan hakim baik kompetensi materi maupun kompetensi penilaian. Pemerintah Kota Semarang menurutnya mendukung penuh kegiatan LPTQ Kota Semarang dalam meningkatkan kualitas MTQ di Kota Semarang. Dia juga mendorong agar LPTQ Kota Semarang dan LPTQ Kecamatan merapatkan barisan, mengingat target Kota Semarang adalah mempertahankan Juara Umum pada ajang MTQ tingkat Provinsi Jawa Tengah.

PJ Sekda Kota Semarang, Budi Prakosa, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa LPTQ harus memastikan bahwa dengan latar yang beragam perlu untuk menyamakan persepsi, dengan tujuan meminimalisir unsur subjektivitas. Menurutnya, diksi dewan hakim selain bertanggung jawab kepada panitia, juga bertanggung jawab secara moral kepada Allah Swt. Pemerintah Kota Semarang memberikan apresiasi kepada LPTQ Kota Semarang atas inovasi yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas. Guna menyongsong pelaksanaan MTQ tingkat Kota Semarang, MTQ tingkat Provinsi Jawa Tengah, dan MTQ tingkat Nasional yang akan dilaksakan di Kota Semarang, Dukungan dalam bentuk pendanaan, fasilitasi, dan sarana prasarana akan diberikan untuk menunjang kegiatan LPTQ Kota Semarang.

Adapun muatan utama kegiatan tersebut, para peserta dibagi menjadi 6 kelompok materi sesuai dengan kompetensinya masing-masing, yakni Tilawah, Tahfidz, kaligrafi, MSQ, KTIQ dan Tartil. Salah satu peserta pada pelatihan tersebut, Ismaisaroh, memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut, yang penting untuk memberikan bekal bagi dewan hakim agar menjalankan tugas dengan professional. Harapannya, pelatihan dewan hakim MTQ Kota Semarang dapat dilaksanakan lebih sering dan lebih baik lagi sesuai dengan kategori lomba masing-masing dan supaya kafilah yang dikirim untuk MTQ tingkat Provinsi Jawa dapat menghasilkan Juara Umum seperti MTQ tahun kemarin.

Berita

Semarang, 6 Juli 2025 – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Semarang kini memiliki kepengurusan baru untuk masa bakti 2025–2030. Prosesi pelantikan dan pengukuhan berlangsung khidmat di Rumah Dinas Wali Kota Semarang pada Minggu (6/7/2025), menandai komitmen baru dalam syiar Al-Qur’an di kota ini.

Pelantikan pengurus dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah, H. Saiful Mujab, yang bertindak atas nama Ketua Umum LPTQ Provinsi Jawa Tengah, KH. Taj Yasin Maimoen. Dalam sambutannya, Kakanwil Saiful Mujab menyampaikan apresiasi tinggi kepada pengurus LPTQ Kota Semarang periode sebelumnya atas dedikasi mereka dalam mengembangkan pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an di masyarakat.

Mengutip pesan Gus Yasin, Kakanwil menegaskan bahwa LPTQ lebih dari sekadar penyelenggara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). "LPTQ adalah lembaga strategis yang membawa misi besar: membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat," pesannya. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan generasi Qurani yang berakhlakul karimah serta memperkuat ketahanan spiritual bangsa.

Sementara itu, pengukuhan kepengurusan dilakukan langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. Di hadapan jajaran pengurus, tokoh agama, serta tamu undangan dari unsur pemerintah dan masyarakat, Wali Kota Agustina menyampaikan pentingnya sinergi. "Pendidikan keagamaan tidak boleh berjalan sendiri. Sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan LPTQ harus diperkuat untuk menciptakan iklim belajar Al-Qur’an yang menyenangkan dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Agustina juga menyatakan kesiapan Kota Semarang untuk menjadi tuan rumah MTQ tingkat nasional. Oleh karena itu, ia meminta pengurus LPTQ yang baru dikukuhkan untuk bekerja maksimal dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Semarang H. Iswar Aminuddin, Kakankemenag Kota Semarang H. Muhtasit, Anggota DPRD, Forkopimda, serta ulama dan tokoh agama Kota Semarang.

Pengukuhan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran LPTQ sebagai garda terdepan pembinaan tilawah dan syiar Al-Qur’an. Dengan semangat baru, LPTQ Kota Semarang siap berkontribusi lebih luas untuk membumikan Al-Qur’an dan membina generasi Qurani di Kota Semarang.

Berita

Menuju gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-XXXI yang direncanakan akan digelar pada tahun 2026 di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah semakin memperkuat komitmennya untuk menjadi tuan rumah yang tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga unggul dalam prestasi. Sebagai bagian dari persiapan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) menggelar forum strategis pada Senin, 23 Juni 2025, bertempat di Rumah Dinas Wali Kota Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kelembagaan LPTQ serta memperkokoh peran masyarakat dalam menyebarkan syiar Al-Qur'an.

Forum ini menjadi momen penting bagi seluruh elemen masyarakat dan lembaga yang terlibat dalam persiapan MTQ Nasional. Dengan tema besar "Penguatan Kelembagaan LPTQ dan Masyarakat dalam Syiar Al-Qur'an," diskusi ini membahas berbagai hal krusial yang akan menentukan keberhasilan penyelenggaraan MTQ. Topik yang diangkat mencakup penguatan struktur organisasi LPTQ, penyusunan program kerja yang terarah, peningkatan keaktifan pengurus harian, hingga strategi pembinaan dan pengembangan Al-Qur'an.

Tak hanya itu, forum ini juga memfokuskan pada aspek pengelolaan anggaran yang sesuai dengan kebutuhan, serta pemberian penghargaan dan apresiasi kepada peserta dan pelatih berprestasi. Semua ini bertujuan agar LPTQ di tingkat provinsi dan daerah mampu berperan maksimal dalam mempersiapkan kafilah yang siap bersaing di tingkat nasional.

Asisten I Sekda Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, yang hadir sebagai keynote speaker, menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat untuk menyukseskan MTQ Nasional. Ia menegaskan bahwa Jawa Tengah tidak hanya harus sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga harus unggul dalam prestasi. Keberhasilan ini, menurutnya, tidak hanya bergantung pada kesiapan logistik dan infrastruktur, tetapi juga pada kesiapan mental dan pengelolaan yang matang.

Komitmen penuh juga disampaikan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Semarang, Ali Sofyan, yang mewakili Wali Kota Semarang. Dalam sambutannya, Ali menegaskan dukungan penuh dari pemerintah kota, baik dalam hal fasilitas, koordinasi antar-lembaga, maupun pelibatan masyarakat dalam membangun atmosfer syiar Al-Qur'an yang kental.

Forum ini juga diisi dengan diskusi panel yang menghadirkan narasumber dari tingkat nasional dan daerah. Di antaranya, Kasubdit Lembaga Tilawah dan Ma’had Al-Qur’an Kemenag RI, Rijal Ahmad Rangkuty, Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Jateng Imam Buchori, serta Ketua Harian LPTQ Kota Semarang, Yuyun Affandi. Mereka memaparkan berbagai strategi teknis dan kelembagaan untuk memastikan bahwa seluruh lini dalam persiapan MTQ 2026 dapat berjalan dengan maksimal.

Diskusi ini sangat penting dalam mematangkan persiapan, terutama dalam aspek pembinaan kafilah dan pengelolaan sekretariat LPTQ yang profesional. Para narasumber menekankan perlunya meningkatkan kualitas pelatihan dan pembinaan bagi para peserta, serta memperkuat koordinasi antar-lembaga agar semua aspek berjalan dengan baik.

Di balik semua upaya ini, terdapat semangat gotong royong dan kecintaan terhadap Al-Qur'an yang menjadi landasan utama. Masyarakat Jawa Tengah, bersama dengan LPTQ, bertekad untuk membangun kebersamaan dalam menyukseskan gelaran MTQ Nasional 2026. Lebih dari sekedar sebuah ajang lomba, MTQ adalah simbol penghormatan dan kecintaan umat Islam terhadap kitab suci Al-Qur'an. Melalui acara ini, diharapkan dapat semakin memperkuat peran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pedoman hidup maupun sebagai sumber inspirasi spiritual.

Jawa Tengah, dengan segala persiapannya, berkomitmen untuk menjadi tuan rumah MTQ Nasional yang sukses dalam pelaksanaan dan unggul dalam prestasi. Melalui penguatan kelembagaan dan peran aktif masyarakat, gelaran MTQ diharapkan bukan hanya menjadi sebuah acara seremonial, tetapi juga menjadi momentum bagi kebangkitan syiar Al-Qur'an di seluruh penjuru negeri.

Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat, serta komitmen yang kuat untuk memuliakan Al-Qur'an, Jawa Tengah siap menyongsong MTQ Nasional XXXI 2026 dengan langkah penuh keyakinan. Semangat ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi provinsi lain untuk terus memperkuat ikatan dalam upaya memajukan syiar Islam melalui ajang MTQ.

 

Berita

Menuju gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-XXXI yang direncanakan akan digelar pada tahun 2026 di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah semakin memperkuat komitmennya untuk menjadi tuan rumah yang tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga unggul dalam prestasi. Sebagai bagian dari persiapan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) menggelar forum strategis pada Senin, 23 Juni 2025, bertempat di Rumah Dinas Wali Kota Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kelembagaan LPTQ serta memperkokoh peran masyarakat dalam menyebarkan syiar Al-Qur'an.

Forum ini menjadi momen penting bagi seluruh elemen masyarakat dan lembaga yang terlibat dalam persiapan MTQ Nasional. Dengan tema besar "Penguatan Kelembagaan LPTQ dan Masyarakat dalam Syiar Al-Qur'an," diskusi ini membahas berbagai hal krusial yang akan menentukan keberhasilan penyelenggaraan MTQ. Topik yang diangkat mencakup penguatan struktur organisasi LPTQ, penyusunan program kerja yang terarah, peningkatan keaktifan pengurus harian, hingga strategi pembinaan dan pengembangan Al-Qur'an.

Tak hanya itu, forum ini juga memfokuskan pada aspek pengelolaan anggaran yang sesuai dengan kebutuhan, serta pemberian penghargaan dan apresiasi kepada peserta dan pelatih berprestasi. Semua ini bertujuan agar LPTQ di tingkat provinsi dan daerah mampu berperan maksimal dalam mempersiapkan kafilah yang siap bersaing di tingkat nasional.

Asisten I Sekda Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, yang hadir sebagai keynote speaker, menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat untuk menyukseskan MTQ Nasional. Ia menegaskan bahwa Jawa Tengah tidak hanya harus sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga harus unggul dalam prestasi. Keberhasilan ini, menurutnya, tidak hanya bergantung pada kesiapan logistik dan infrastruktur, tetapi juga pada kesiapan mental dan pengelolaan yang matang.

Komitmen penuh juga disampaikan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Semarang, Ali Sofyan, yang mewakili Wali Kota Semarang. Dalam sambutannya, Ali menegaskan dukungan penuh dari pemerintah kota, baik dalam hal fasilitas, koordinasi antar-lembaga, maupun pelibatan masyarakat dalam membangun atmosfer syiar Al-Qur'an yang kental.

Forum ini juga diisi dengan diskusi panel yang menghadirkan narasumber dari tingkat nasional dan daerah. Di antaranya, Kasubdit Lembaga Tilawah dan Ma’had Al-Qur’an Kemenag RI, Rijal Ahmad Rangkuty, Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Jateng Imam Buchori, serta Ketua Harian LPTQ Kota Semarang, Yuyun Affandi. Mereka memaparkan berbagai strategi teknis dan kelembagaan untuk memastikan bahwa seluruh lini dalam persiapan MTQ 2026 dapat berjalan dengan maksimal.

Diskusi ini sangat penting dalam mematangkan persiapan, terutama dalam aspek pembinaan kafilah dan pengelolaan sekretariat LPTQ yang profesional. Para narasumber menekankan perlunya meningkatkan kualitas pelatihan dan pembinaan bagi para peserta, serta memperkuat koordinasi antar-lembaga agar semua aspek berjalan dengan baik.

Di balik semua upaya ini, terdapat semangat gotong royong dan kecintaan terhadap Al-Qur'an yang menjadi landasan utama. Masyarakat Jawa Tengah, bersama dengan LPTQ, bertekad untuk membangun kebersamaan dalam menyukseskan gelaran MTQ Nasional 2026. Lebih dari sekedar sebuah ajang lomba, MTQ adalah simbol penghormatan dan kecintaan umat Islam terhadap kitab suci Al-Qur'an. Melalui acara ini, diharapkan dapat semakin memperkuat peran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pedoman hidup maupun sebagai sumber inspirasi spiritual.

Jawa Tengah, dengan segala persiapannya, berkomitmen untuk menjadi tuan rumah MTQ Nasional yang sukses dalam pelaksanaan dan unggul dalam prestasi. Melalui penguatan kelembagaan dan peran aktif masyarakat, gelaran MTQ diharapkan bukan hanya menjadi sebuah acara seremonial, tetapi juga menjadi momentum bagi kebangkitan syiar Al-Qur'an di seluruh penjuru negeri.

Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat, serta komitmen yang kuat untuk memuliakan Al-Qur'an, Jawa Tengah siap menyongsong MTQ Nasional XXXI 2026 dengan langkah penuh keyakinan. Semangat ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi provinsi lain untuk terus memperkuat ikatan dalam upaya memajukan syiar Islam melalui ajang MTQ.

 

Halaman 1 dari 8

© 2021 LPTQ Kota Semarang All Rights Reserved. Powered by CV. Berkah Jaya Solusi